harga update
Sedang memuat....Kumpulan Puisi Hari Buruh 1 Mei 2017....

Kumpulan Puisi Hari Buruh 1 Mei 2017

Kumpulan Puisi Hari Buruh. Setelah kita tadi telah memberikan kata ucapan hari buruh, sekarang saatnya untuk memberikan beberapa puisi yang biasanya di bacakan saat melakukan demo. Kenapa harus menggunakan Puisi?

Ya sebenarnya sih puisi ini menggunakan kata-kata yang indah walaupun digunakan untuk menyindir atau memberikan kesan kekecewaan terhadap sesuatu. Oleh karena itu banyak penyair yang membuat puisi ini untuk hari demo.

Okelah dari pada panjang lebar kalian bisa melihat kumpulan puisi hari buruh terbaru yang bisa kalian gunakan referensi untuk menambah wawasan tentang puisi hari buruh. Berikut Kumpulan Puisi Hari Buruh Terbaru 2017.

Kumpulan Puisi Hari Buruh Terbaru

“Kami Anak Negeri”

Kami turun ke jalan
Bukan merayakan suka cita

Kami turun ke jalan
Bukan pamer kekuatan

Hanya ingin perjuangkan
Hal yang belum tergenapkan

Kami turun ke jalan
Bukan cari perhatian

Sekadar mengingatkan
Agar tak dilupakan

Kami adalah bagian dari bangsa ini
Anak negeri,
Yang jua ingin sejahtera

Merasa merdeka
Memiliki negeri ini seutuhnya

Kami adalah buruh
Warga negara yang taat konstitusi
Mohon maklum jika sekali-kali
Mengganggu kenyamanan sahabat profesi lain

Bukan maksud mengacau
Hanya ingin mengutarakan kehendak
Menyuarakan hak
Yang kadang tergadaikan

Kami buruh Indonesia,
Selalu berjuang, menjadi bagian, kemajuan negeri ini

“Kerja, Kerja, Kerja”

Masa pemerintahan kini,
Konon, dinamai kabinet kerja
Gelora semangat membangun yang menggebu

Kerja untuk kebaikan bangsa dan negara, katanya
Kerja demi kesejahteraan bersama, ujarnya
Kerja agar keadilan bisa ditegakan, ucapnya
Kerja, kerja dan kerja

Semua elemen harus bekerja
Kerja ekstra, instruksinya

Termasuk juga kami, para buruh ini
Kerja, kerja, dan kerja

Sampai lupa,
Saking asyiknya kerja
Kesejahteraan yang selama ini digembar-gemborkan
Menjadi nihil: tipis: kurang

Akhirnya kalau begini,
Kerja paksa, kerja paksa, kerja paksa

“Aku Buruh, Memangnya Kenapa”

Aku buruh, memangnya kenapa
Siapa yang melarangku
Siapa yang mencibirku

Kenapa dengan buruh?
Apakah hina, memburuh?

Apakah kau rasa profesimu lebih terhormat?
Ya. Bisa jadi profesiku memang kasar
Tapi halal

Daripada profesimu, barangkali
Halus, rapi, tapi haram

Aku buruh, memangnya kenapa?!
Yang penting bisa kasih makan anak istri

Aku buruh, memangnya kenapa?!
Aku tak meugikanmu, kan?!

Kenapa begitu sensi

Aku buruh, memangnya kenapa?
Aku bangga menjadi buruh, kau keberatan?!

“Masih Terus Berjuang”
Puspita Rose

masih..masih seperti semula
ranum angin berhembus mesra
batu karang tetap bertahan
mentari pagi belum bosan bersinar
bintang gemintangpun masih setia

air mengalir ketitik muara
daun-daun bertasbih mengagungkan nama-Nya
burung-burung terbang bebas keangkasa
pun bulan masih pamer keelokannya

sedang kami juga masih disini
menyemai harapan yang tiada pasti
entah mengapa sedikitpun tak beranjak pergi
padahal tahun telah berganti

masih..masih disini
dengan beribu harap yang ada dihati
menantimu mengurai janji
dalam tuntutan kami

jangan anggap kami tak bisa apa-apa
jangan anggap kami tak punya nyali
buruh kasar bergaji rendah
ingat dan camkan..buruh kasar
sekali maju maka tak gentar

bersatu demi keadilan
berjuang untuk kesejahteraan
mari terus berjuang kawan
demi hak dan kewajiban

“Manusia Separuh Setan”
Unieq Awien

Apa itu demokrasi
Apa itu hak azasi
Keadilan ?!
Ah . . .

Mereka bilang kami ini pahlawan devisa
Itu yang digembar gemborkan di koran koran
Kenyataan ?
Harga kami tak lebih dari hewan
Di penampungan, di terminal terminal
Di gedung pengesahan, bahkan di bandar bandar kehidupan
Kami diperas kami dimanfaatkan
Para pejabat dan menteri
Cuma sekilas mengenal tak mau memahami permasalahn kami
Abang preman ikut merampas hak kami
perut mereka menagih makan

Ya !
Penghisap darah buruh, rakus
Berubah menjadi manusia separuh setan

“Pengorbanan Tiada Henti”
Sreismitha Wungkul

Kutarik nafas lega
Setelah ku lihat lebatnya buah pada pohon yang kutanam
Kulitku yang menghitam
Tanganku yang kapalan
Urat-urat yang menonjol dibetisku
Semua tak kurasakan kehadirannya.
Senyum bangga tersungging dari bibir keringku
Ketika kusadari
Tunai sudah tugas yang ku emban
Perjuangan panjang kulalui
walau kadang diiringi keluh kesah.
Tapi aku tetap berjalan.
merangkak
terseok
terperosok dengan sigap ku berdiri kembali diatas kaki kurusku
Walau orang-orang disekitarku menyebutku lilin yang mampu menerangi sekitar,
tapi pelan namun pasti badan meleleh habis terbakar
Aku rela… Aku ikhlas…
Demi ku lihat pohon dengan ranum buahnya.

Itu tadi beberapa Kumpulam Puisi Hari Buruh yang bisa kalian gunakan untuk mengikuti perayaan Hari Buruh 2017. Jangan lupa bookmark Kumpulanbaru.info untuk terus mendapatkan informasi update.

Kumpulan Puisi Hari Buruh 1 Mei 2017 | om4ac | 4.5
/* */